INDORAYATODAY.COM, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menunjuk Sugiono sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Kamis (1/10/2026).
Penunjukan tersebut menjadi babak baru perjalanan Sugiono bersama Prabowo. Sebelum masuk pemerintahan dan memimpin Kementerian Luar Negeri, Sugiono pernah menjadi sekretaris pribadi Prabowo.
Sugiono kini juga memegang posisi Sekretaris Jenderal Partai Gerindra.
Sugiono memiliki perjalanan panjang bersama Prabowo sebelum akhirnya dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis.
Karier awal Sugiono justru berasal dari dunia militer. Ia pernah menjadi Letnan Satu Infanteri Kopassus pada periode 2002-2004.
Setelah itu, Sugiono melanjutkan perjalanan karier sebagai sekretaris pribadi Prabowo. Ia juga terlibat dalam perjalanan pendirian Partai Gerindra pada 2008.
Kedekatan dan perjalanan panjangnya bersama Prabowo membuat Sugiono dikenal sebagai salah satu orang dekat Presiden. Bahkan, dalam perjalanan politiknya, Sugiono kerap disebut sebagai “anak ideologis” Prabowo.
Karier Sugiono di Gerindra kemudian terus berkembang. Ia pernah menjabat Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra sebelum dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal pada Agustus 2025 menggantikan Ahmad Muzani.
Sugiono juga pernah menjadi anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah I dan menjabat Wakil Ketua Komisi I DPR RI.
Berdasarkan profil yang dimuat laman resmi Partai Gerindra, Sugiono lahir di Takengon, Aceh, pada 11 Februari 1979.
Ia menempuh pendidikan di SDN 1 Takengon dan SMPN 3 Banda Aceh sebelum melanjutkan ke SMA Taruna Nusantara, Magelang.
Sugiono kemudian meraih gelar sarjana bidang computer science dari Norwich University, Amerika Serikat.
Pendidikan magisternya ditempuh di University of Konstanz, Jerman, dengan bidang bisnis dan manajemen.
Ketika Prabowo membentuk Kabinet Merah Putih pada Oktober 2024, Sugiono dipercaya menduduki jabatan Menteri Luar Negeri.
Penunjukan tersebut menjadikannya Menteri Luar Negeri pertama sejak 2001 yang tidak berasal dari jalur karier diplomat.
Selama memimpin Kementerian Luar Negeri, salah satu bidang yang ditangani adalah perlindungan WNI di luar negeri.
Berdasarkan sumber yang tersedia, lebih dari 27.000 WNI dalam kondisi terancam direpatriasi selama periode kepemimpinannya, termasuk lebih dari 1.200 WNI dari Myanmar yang terjerat online scam dan lebih dari 8.000 WNI dari Kamboja.
Perjalanan Sugiono di Kementerian Luar Negeri berakhir setelah Prabowo kembali merombak Kabinet Merah Putih pada 1 Oktober 2026.
Kali ini, Prabowo memberikan tugas baru kepada orang yang pernah menjadi sekretaris pribadinya tersebut untuk memimpin Kemenko PMK. ***

Tinggalkan Balasan