DEPOK, INDORAYATODAY.COM – Orang tua di Kota Depok wajib memastikan anak memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) sebelum masuk sekolah dasar (SD).
Wali Kota Depok Supian Suri mengingatkan pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD), TK, atau Raudhatul Athfal (RA) sebagai jalur memperoleh NISN.
“Jangan sampai ada anak yang harusnya masuk PAUD, dia tidak masuk PAUD karena di saat mereka tidak melalui pendidikan anak usia dini, mereka sulit masuk SD karena NISN, Nomor Induk Siswa Nasional, itu didapatnya di PAUD atau TK atau RA,” ujar Supian di Balai Kota, dikutip Selasa (13/10/2026).
Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menyiapkan program PAUD gratis untuk membantu keluarga yang terkendala biaya.
Program tersebut direncanakan mulai berjalan pada 2027 dengan sasaran awal 22 PAUD atau dua lembaga di setiap kecamatan.
Supian mengatakan, program ini menjadi salah satu upaya agar anak-anak Depok tidak kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan sejak dini.
“Makanya hadir PAUD gratis yang dibiayai oleh Pemerintah Kota Depok, hanya dua PAUD per kecamatan,” katanya.
Saat ini, jumlah TK negeri di Depok masih terbatas, yakni baru dua lembaga.
Pemkot Depok pun menjajaki kerja sama dengan sejumlah lembaga PAUD yang sebagian besar dikelola swasta.
Dalam skema awal, Pemkot Depok menawarkan pembiayaan sebesar Rp75.000 per anak setiap bulan.
Namun, sejumlah lembaga PAUD belum siap bergabung karena biaya pendidikan yang mereka terapkan berpotensi lebih tinggi.
“Saya meyakini bahwa masuk PAUD atau SPP PAUD per bulan lebih daripada Rp75.000. Di saat saya hitung Rp75.000, mereka banyak yang enggak siap, berarti memang bisa lebih dari angka itu,” ungkap Supian.
Menurutnya, keterbatasan ekonomi jangan sampai membuat orang tua mengurungkan niat menyekolahkan anak ke PAUD atau TK.
Pemkot Depok juga meminta aparatur wilayah membantu mendata anak-anak yang belum memperoleh akses pendidikan usia dini.
“Jangan sampai ada anak yang harusnya masuk PAUD, dia tidak masuk PAUD,” tegasnya.
Supian meminta lurah, RT/RW, dan aparatur sipil negara (ASN) ikut memantau kondisi warga di lingkungan masing-masing.
Ia menegaskan, program pendidikan gratis harus membantu anak-anak dari keluarga yang membutuhkan, terutama mereka yang berisiko tidak mengenyam PAUD karena persoalan biaya.
“Saya enggak mau anak-anak kita berharap ada solusi terhadap kondisi-kondisi dengan keterbatasan sekolah negeri, termasuk PAUD yang ada di Kota Depok,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan