DEPOK, INDORAYATODAY.COM – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Depok menyoroti sejumlah sisi positif dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027. Salah satu yang mendapat apresiasi ialah meningkatnya kemandirian fiskal Kota Depok melalui kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pandangan tersebut disampaikan Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Kota Depok, Gerry Wahyu Riyanto, saat membacakan pandangan umum fraksi dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Depok, Senin (2/11/2026).
“Perbandingan PAD terhadap pendapatan transfer sebesar 2,02 banding 1 menunjukkan kemandirian fiskal Kota Depok yang semakin kuat,” kata Gerry.
Dalam RAPBD 2027, pendapatan daerah Kota Depok direncanakan mencapai Rp4,36 triliun. Dari jumlah tersebut, PAD ditargetkan sebesar Rp2,91 triliun atau berkontribusi 66,85 persen terhadap total pendapatan daerah.
Sementara itu, pendapatan transfer diproyeksikan sebesar Rp1,44 triliun atau 33,15 persen. Gerindra menilai komposisi tersebut menjadi sinyal positif bagi penguatan kemampuan keuangan daerah dalam membiayai pembangunan.
Tak hanya soal pendapatan, Gerindra juga mengapresiasi perencanaan belanja daerah yang dinilai telah memperhatikan kebutuhan pelayanan dasar masyarakat. Terlebih, anggaran pendidikan dialokasikan sebesar Rp1,025 triliun atau 20,59 persen.
“Hal ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Depok terhadap pelayanan dasar dan pembangunan,” ujarnya.
Fraksi Gerindra juga memberikan perhatian terhadap alokasi belanja infrastruktur pelayanan publik yang mencapai Rp2,74 triliun atau 55,02 persen. Anggaran tersebut diharapkan mampu mempercepat pembangunan dan meningkatkan konektivitas wilayah.
Sejumlah program yang mendapat dukungan di antaranya pembangunan dan rehabilitasi sekolah, toilet layak, rintisan sekolah swasta gratis, beasiswa, hingga bimbingan belajar gratis.
Di sektor kesehatan, Gerindra mendorong penguatan fasilitas Puskesmas, layanan kesehatan gratis, serta dukungan BPJS Kesehatan bagi masyarakat rentan. Sementara di bidang infrastruktur, perhatian diarahkan pada pembangunan flyover Margonda-Juanda, Simpang Parung Bingung hingga Exit Tol Sawangan, serta rekonstruksi Jalan Raya Sawangan.
Gerindra turut mengapresiasi program pendanaan kelurahan berbasis RW. Program tersebut dinilai penting untuk memastikan aspirasi masyarakat di lingkungan permukiman menjadi bagian dari prioritas pembangunan daerah.
Meski memberikan apresiasi, Gerindra mengingatkan agar penguatan pendapatan daerah harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas belanja. Optimalisasi PAD juga didorong melalui inovasi, digitalisasi penerimaan pajak, intensifikasi pajak, penguatan BUMD, serta pengembangan potensi ekonomi daerah.
“Setiap rupiah dalam APBD harus memiliki arti bagi rakyat. Anggaran harus adil, tepat sasaran, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kota Depok,” tegas Gerry.

Tinggalkan Balasan