INDORAYATODAY.COM – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa pemerintah bergerak cepat melakukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan penanganan korban dan dampak gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), berjalan optimal.

Prasetyo menyampaikan duka cita mendalam atas bencana yang menimpa masyarakat Sulteng. Ia memastikan koordinasi intensif terus dilakukan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah guna menjamin kebutuhan logistik dan evakuasi warga terdampak segera terpenuhi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan Gubernur Sulawesi Tengah, untuk memastikan seluruh penanganan dampak bencana dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” ujar Prasetyo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026).

Pemerintah juga terus memantau perkembangan situasi di lapangan pasca-gempa. Prasetyo mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya warga untuk menyaring informasi dan hanya memercayai laporan resmi dari otoritas terkait agar tidak terpengaruh oleh isu atau berita bohong (hoax).

“Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak boleh lengah, tetap waspada guna mengantisipasi kejadian gempa-gempa susulan,” imbuh Prasetyo.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tektonik susulan bermagnitudo 5,1 sempat kembali mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Rabu (17/6/2026) pukul 01.29 WIB. Gempa tersebut dinyatakan tidak berpotensi memicu tsunami.

Pusat gempa susulan itu berada di darat pada koordinat 1,14 Lintang Selatan dan 120,33 Bujur Timur, tepatnya sekitar 54 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dengan kedalaman dangkal lima kilometer.

BMKG menjelaskan, guncangan Rabu dini hari tersebut merupakan rangkaian gempa susulan (aftershock) dari gempa utama (mainshock) bermagnitudo 6,7 yang sebelumnya melanda wilayah tenggara Kota Palu pada Selasa (16/6/2026) siang.

BACA JUGA:  Akselerasi Program, Mensesneg Bahas Sinergi SDM Antar-Kementerian