DEPOK, INDORAYATODAY.COM – Kepala Bidang Bimbingan Keselamatan dan Ketertiban (Bimkestib) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, M. Dini Wizi Fadly, memilih mengajak makan saat dimintai konfirmasi terkait persoalan parkir VIP Balai Kota Depok.
Alih-alih menjawab pertanyaan wartawan, Fadly justru mengarahkan pertemuan ke tempat makan di sekitar kantor Partai Golkar.
“Makan dulu (kita). Di Golkar aja, aku mau makan di situ,” ujar Fadly saat ditemui di Gedung Dishub Kota Depok, Cilodong, Selasa (27/10/2026).
Wartawan sebelumnya berupaya meminta klarifikasi terkait penertiban parkir VIP dan dugaan pernyataan, “Kalau mau parkir di sini jadi wali kota atau wakil wali kota dulu.”
Fadly belum memberikan penjelasan substantif mengenai dugaan ucapan tersebut maupun konsistensi penindakan kendaraan yang parkir di area VIP.
Sebelum meninggalkan kantornya, sejumlah wartawan sempat meminta waktu untuk melakukan konfirmasi. Namun, Fadly baru keluar kantor sekitar dua jam kemudian.
Sebelumnya, Indoraya Today menyoroti kendaraan yang kembali terparkir di area VIP Balai Kota Depok tanpa penindakan yang terlihat.
Pantauan pada Jumat (23/10/2026) menunjukkan sejumlah sepeda motor dan mobil berada di kawasan tersebut sejak pagi hingga sore hari.
Ironisnya, sejumlah mobil bahkan terlihat diparkir sembarangan di taman samping area VIP.
Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi pengawasan dan penegakan aturan parkir di lingkungan pusat pemerintahan Kota Depok.
Padahal, dalam penindakan sebelumnya, petugas Dishub diketahui mengempiskan ban dan melepas tutup pentil sepeda motor. Sejumlah mobil juga digembok.
Namun, dua mobil yang terpantau berada di lokasi saat itu disebut luput dari penindakan.
Sorotan semakin menguat setelah muncul dugaan ucapan pejabat Dishub kepada pengendara mobil listrik, “Kalau mau parkir di sini jadi wali kota atau wakil wali kota dulu.”
Dugaan pernyataan tersebut sebelumnya disampaikan seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan. Kebenaran dan konteks ucapan itu masih memerlukan klarifikasi dari pihak terkait.
Upaya konfirmasi melalui pesan dan panggilan WhatsApp juga sebelumnya belum mendapatkan jawaban dari Fadly.
Hingga ditemui di kantornya pada Selasa (27/10/2026) sore, Fadly belum memberikan penjelasan substantif atas persoalan tersebut.

Tinggalkan Balasan