INDORAYATODAY.COM — Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat sistem pengawasan di seluruh dapur pengolahan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
BGN mewajibkan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi memasang kamera pengawas (CCTV) yang terhubung langsung dengan sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di markas pusat Jakarta.
Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, integrasi teknologi AI tersebut bertujuan untuk memantau aktivitas operasional secara real-time sekaligus memitigasi potensi pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) sanitasi pengolahan makanan.
Melalui sistem peringatan dini berbasis AI, potensi kontaminasi bahan pangan—seperti peletakan bahan baku di lantai atau pekerja yang tidak mengenakan APD seperti sarung tangan—dapat terdeteksi dan dihentikan secara otomatis sebelum masakan disajikan.
“Kami ingin CCTV yang gambarnya dinikmati oleh pemilik dapur bisa kami akses dengan cara dikoneksikan ke pusat, kemudian diberi artificial intelligence. Sehingga jika ada yang menaruh bahan di lantai atau tidak pakai sarung tangan, itu langsung pop-up di sistem. Kita bisa cegah sebelum bahan itu diolah jadi makanan,” ujar Sudaryono dalam acara Transformasi MBG 2.0 di Jakarta.
Sudaryono menegaskan bahwa pengintegrasian jaringan CCTV ke pusat data BGN berstatus wajib (mandatory) bagi seluruh pengelola dapur MBG di tanah air tanpa terkecuali.
“Ini menjadi mandatory bahwa semua dapur wajib. CCTV-nya harus connect kepada sistem BGN sehingga bisa diawasi secara penuh dari pusat,” tegasnya.
Saat ini, sistem pengawasan berbasis AI tersebut telah berhasil diuji coba pada 70 unit dapur pelayanan. BGN tengah memperluas tahap uji coba ke 300 unit dapur tambahan dalam waktu dekat.
BGN menargetkan sebanyak 5.000 hingga 10.000 dapur MBG di berbagai daerah sudah terhubung penuh ke sistem pengawasan terpusat pada akhir tahun 2026 demi menjamin kualitas dan keamanan pangan bagi para penerima manfaat.

Tinggalkan Balasan