BANDUNG, INDORAYA TODAY – Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Pradi Supriatna, mendorong agar materi pendidikan antikorupsi dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. Menurutnya, pendidikan karakter harus dimulai sejak dini sebagai langkah preventif menekan potensi praktik korupsi di masa depan.

Hal ini disampaikan Pradi usai mengikuti kegiatan sosialisasi pencegahan korupsi yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung DPRD Jawa Barat, Jumat (11/7/2025).

“Kita ingin nilai-nilai antikorupsi tidak hanya jadi wacana, tapi betul-betul membentuk karakter sejak dini. Harus ada di sekolah, bahkan sejak jenjang dasar,” ujar Pradi dalam keterangannya kepada Indoraya Today.

Pradi menilai, pendidikan formal harus mampu menyisipkan nilai integritas, kejujuran, dan tanggung jawab sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda. Menurutnya, kurikulum saat ini belum cukup menekankan pentingnya pencegahan korupsi secara sistemik.

“Kalau kita ingin bangsa ini bersih dari praktik korupsi, maka pendidikan adalah kuncinya. Harus ditanamkan sejak awal,” ucapnya.

Pradi juga berharap pemerintah pusat dan daerah dapat bekerja sama dengan lembaga seperti KPK untuk merancang modul pendidikan antikorupsi yang mudah dipahami anak-anak dan remaja. Ia meyakini, langkah ini bisa menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

“Sosialisasi seperti ini penting, tapi lebih penting lagi jika kita bisa menjadikannya bagian dari sistem pendidikan nasional,” kata politisi yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Kota Depok itu.

Sebagai informasi, kegiatan sosialisasi tersebut diikuti oleh sejumlah anggota DPRD Jabar dan menghadirkan narasumber langsung dari KPK yang menyampaikan materi tentang strategi nasional pencegahan korupsi.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo dijadwalkan resmikan pabrik ekosistem EV pada 29 Juni