INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengumpulkan jajaran pimpinan lembaga keuangan dan direktur utama perusahaan pelat merah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk membahas perkembangan saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di tengah dinamika ekonomi global.

Pertemuan yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa itu difokuskan pada pembahasan kondisi saham-saham BUMN yang dinilai memiliki fundamental kuat, namun ikut terdampak oleh tekanan dan ketidakpastian ekonomi global.

Saat membuka pertemuan, Dasco mengatakan koordinasi tersebut dilakukan untuk mendiskusikan berbagai hal terkait paket saham BUMN yang saat ini menjadi perhatian.

“Kita berkumpul untuk koordinasi terutama kita akan berdiskusi banyak soal paket saham-saham BUMN,” kata Dasco.

Menurut dia, sejumlah saham perusahaan pelat merah sejatinya memiliki nilai yang baik. Namun, perkembangan situasi global turut memengaruhi pergerakan dan valuasi saham-saham tersebut di pasar.

Karena itu, forum tersebut menjadi wadah untuk bertukar pandangan sekaligus melihat berbagai peluang yang dapat dilakukan guna merespons kondisi yang terjadi.

Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah pimpinan lembaga keuangan dan perusahaan milik negara. Mereka antara lain Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan, Direktur Utama Indonesia Investment Authority (INA) Oki Ramadhana, Direktur Utama Bank Mandiri Riduan, Direktur Utama PT Taspen Rony Hanityo Aprianto, Direktur Utama BRI Hery Gunardi, serta Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito.

Dalam pertemuan itu, Dasco didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Turut hadir pula Chief Operating Officer (COO) Danantara Donny Oskaria yang memperkenalkan satu per satu pimpinan lembaga dan perusahaan yang mengikuti rapat.

Rapat dimulai sekitar pukul 09.54 WIB setelah Dasco terlebih dahulu menerima tamu lain di kompleks parlemen.

BACA JUGA:  Dasco Pastikan RUU PPRT Dikebut Agustus, Tegaskan Tak Ada Kendala di DPR

Dalam kesempatan tersebut, Dasco menilai kondisi saat ini dapat menjadi momentum untuk mempertimbangkan langkah buyback atau pembelian kembali saham.

Menurut dia, langkah tersebut relevan mengingat sejumlah saham BUMN memiliki nilai yang baik meski terdampak sentimen eksternal.

“Menurut saya, sekarang justru momentum yang tepat untuk melakukan buyback terhadap saham-saham yang sebenarnya memiliki nilai yang bagus,” ujarnya.

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya koordinasi antara para pemangku kepentingan untuk mencermati perkembangan pasar sekaligus melihat potensi langkah yang dapat ditempuh terhadap saham-saham perusahaan pelat merah di tengah tantangan ekonomi global. ***