INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Program Immigration Goes to School yang digelar Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok mendapat apresiasi dari Pondok Pesantren Rubath Nurul Musthofa karena dinilai mampu memperluas wawasan santri mengenai keimigrasian dan peluang pendidikan kedinasan.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (30/7/2026) itu menghadirkan Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA) bersama Taruna Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia. Selain mengenalkan tugas dan fungsi keimigrasian, kegiatan tersebut juga bertujuan menjaring potensi siswa berprestasi di tingkat pendidikan menengah atas.

Dewan Pengajar Pondok Pesantren Rubath Nurul Musthofa, Ahmad Fadhilah Kurnia, mengaku senang melihat antusiasme para santri selama mengikuti sesi edukasi.

“Alhamdulillah, kami sangat senang, kami sangat bahagia tentang apa yang telah dipaparkan oleh pihak Imigrasi kepada anak-anak. Bahkan kita bisa lihat antusias anak-anak, Masya Allah, sangat-sangat gembira mereka. Mudah-mudahan menjadi bekal untuk mereka di kemudian hari,” ujarnya.

Menurut Ahmad, materi yang diberikan tidak hanya menambah pengetahuan mengenai prosedur perjalanan ke luar negeri, tetapi juga membekali santri agar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan ketika berhadapan dengan persoalan keimigrasian.

Ia pun memberikan apresiasi kepada Kantor Imigrasi Depok yang dinilai aktif menghadirkan edukasi kepada kalangan pelajar.

“Kalau kita apresiasi, sangat-sangat apresiasi, sangat tinggi kepada pihak Imigrasi,” katanya.

Ahmad menilai pengenalan sekolah kedinasan menjadi salah satu materi yang paling bermanfaat bagi para santri karena membuka pilihan karier yang sebelumnya belum banyak diketahui.

Menurutnya, pondok pesantren tidak hanya mencetak lulusan yang memahami ilmu agama, tetapi juga mendorong santri mengembangkan potensi di berbagai bidang profesi.

“Kami selalu menyampaikan kepada anak-anak bahwa mereka tidak harus serta-merta menjadi ustaz. Mereka bisa menjadi apa pun selama bermanfaat. Mudah-mudahan ada yang melanjutkan pendidikan dan mengikuti jejak di lingkungan Imigrasi,” tuturnya.

BACA JUGA:  Tinjau Tambang Emas PT Antam, Bupati Bogor Ingatkan Kelestarian Lingkungan

Ia menjelaskan, sistem pendidikan di Pondok Pesantren Rubath Nurul Musthofa menggabungkan pendidikan agama dengan mata pelajaran umum, seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPS, dan komputer, sehingga santri memiliki bekal untuk melanjutkan pendidikan maupun berkarier di berbagai sektor.

Di akhir kegiatan, Ahmad berharap Kantor Imigrasi Depok terus menghadirkan inovasi pelayanan dan program edukasi kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar. Ia juga mendoakan para santri dapat tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan sukses, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat.