INDORAYATODAY.COM – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terus membenahi dan meningkatkan kualitas layanan rute Transjabodetabek SH2 Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menjelang berakhirnya masa uji coba.

Langkah ini menyusul keputusan penyesuaian tarif dari Rp 3.500 menjadi Rp 15.000 yang akan mulai berlaku pada 1 September 2026.

Selain penyesuaian tarif, Transjakarta fokus menyediakan fasilitas yang ramah bagi penumpang berbagasi besar serta menyinkronkan jadwal keberangkatan armada dengan jadwal penerbangan.

Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza mengungkapkan, peningkatan fasilitas pendukung (ground service) di titik keberangkatan Blok M terus dikejar dan ditargetkan rampung pada September mendatang.

“Saat ini sedang kami persiapkan dan meningkatkan layanan sebelum keberangkatan. Ground service di Blok M kami targetkan selesai September,” ujar Welfizon di Balai Kota Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Welfizon menjelaskan, perbaikan fasilitas dilakukan untuk memudahkan aksesibilitas para penumpang yang membawa barang bawaan. Akses tangga di area keberangkatan yang selama ini menyulitkan penumpang berkoper bakal ditata ulang agar lebih nyaman.

Layanan rute SH2 saat ini didukung 13 armada khusus yang dilengkapi ruang penyimpanan koper (baggage rack). Selain sarana fisik, kepastian waktu tempuh (travel time) dan integrasi jadwal dengan penerbangan menjadi fokus utama evaluasi.

“Berdasarkan hasil survei, kepastian mengenai travel time dan sinkronisasi dengan jadwal penerbangan menjadi hal yang sangat vital bagi pengguna jasa airport bus,” terangnya.

Langkah pengembangan ini sejalan dengan arahan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperkuat konektivitas transportasi umum dari pusat kota menuju bandara internasional, sekaligus mendukung Jakarta sebagai global city.

Rute SH2 Blok M–Bandara Soetta yang membentang sepanjang 64 kilometer telah beroperasi sejak Maret 2026. Penyesuaian tarif menjadi Rp 15.000 ditetapkan secara resmi melalui Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 685 Tahun 2026.

BACA JUGA:  Bekasi Siap Maksimalkan Program Makan Bergizi Gratis, Wawali Tegaskan Manfaat Ekonomi dan Gizi Anak