INDORAYATODAY.COM – Video adu mulut antara Gubernur Bali Wayan Koster dan petugas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) viral di media sosial. Insiden tersebut terjadi di tengah antrean panjang kendaraan yang mengular di sejumlah wilayah Bali akibat kendala pasokan bahan bakar minyak (BBM).
Cekcok tersebut diduga dipicu oleh kebijakan operasional SPBU 24 jam yang menambah beban kerja berat bagi para petugas. Mereka harus melayani antrean kendaraan yang mengular hingga larut malam.
Pegawai SPBU meluapkan keluhan dan kesal mereka langsung di hadapan gubernur saat meninjau lokasi SPBU di Denpasar.
Menanggapi situasi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga bergerak cepat mengoperasikan armada mobil tangki dan terminal selama 24 jam penuh guna mengurai antrean dan memulihkan layanan distribusi BBM di Pulau Dewata.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menjelaskan, optimalisasi terminal 24 jam dilakukan untuk mempercepat penyaluran BBM dari depo menuju SPBU.
“Kami terus mempercepat pemulihan layanan BBM di Bali melalui penguatan armada mobil tangki, penambahan personel, optimalisasi operasional terminal selama 24 jam, serta kedatangan kapal pengangkut BBM,” ujar Kitty dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Guna memperlancar proses distribusi di lapangan, Pertamina Patra Niaga menyiagakan sebanyak 108 unit mobil tangki. Armada tersebut terdiri atas 99 unit mobil tangki standby dan sembilan unit mobil tangki spot charter.
Kesiapan armada ini juga disokong oleh 465 awak mobil tangki (AMT), yang mencakup 365 personel standby serta 100 personel bantuan dari lintas daerah.
“Penambahan armada dan personel ini menjadi bagian dari upaya mempercepat penyaluran BBM dari terminal menuju SPBU,” kata Kitty.
Pertamina berharap penguatan armada dan operasional nonstop ini dapat segera menormalkan penyaluran BBM di SPBU, sekaligus mengurai antrean kendaraan dan mengurangi beban operasional para petugas di lapangan.

Tinggalkan Balasan