INDORAYATODAY.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melancarkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan metode penyemaian dry ice (es kering) untuk menanggulangi penumpukan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatra Selatan.

Metode penyemaian dry ice dirancang khusus sebagai teknik modifikasi atmosfer untuk mengurai konsentrasi asap pekat yang kerap terperangkap di lapisan bawah akibat terbentuknya lapisan inversi.

“Metode ini ditujukan untuk membantu melabilkan atmosfer sehingga asap karhutla yang terperangkap akibat lapisan inversi dapat bergerak naik dan menyebar, sehingga konsentrasinya berkurang dan visibility (jarak pandang) meningkat,” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D.

Berbeda dari material Natrium Klorida (NaCl) yang biasa dipakai dalam hujan buatan, dry ice berbentuk butiran berukuran sekitar tiga milimeter dengan suhu sangat dingin mencapai -75 derajat Celsius.

Keunggulan metode ini adalah operasionalnya yang tidak bergantung pada keberadaan awan hujan, sehingga dapat diterapkan langsung pada kondisi atmosfer kering namun penuh asap.

Untuk mendukung operasi tersebut di Sumatra Selatan, BNPB mengerahkan satu unit armada pesawat Cessna Caravan bernomor registrasi PK-SNP yang beroperasi dari Bandar Udara Raden Inten II, Lampung.

Pada tahap awal, pesawat telah menyelesaikan dua sorti penerbangan dengan membawa total 1.600 kilogram (1,6 ton) bahan semai dry ice di ketinggian 4.500 feet.

Area penyemaian difokuskan pada wilayah ring satu di sekitar Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, demi mengamankan jalur penerbangan.

Langkah tersebut membuahkan hasil positif yang signifikan. Jarak pandang (visibility) di sekitar area penyemaian yang semula hanya berkisar 650 meter, melonjak tajam hingga mencapai 2.800 meter.

Uji coba OMC menggunakan dry ice ini dijadwalkan berlangsung hingga 18 Oktober 2026, di mana BNPB bersama pihak terkait akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk potensi penerapan di wilayah terdampak karhutla lainnya.

BACA JUGA:  Aceh Tamiang dan Agam Jadi Daerah Paling Parah, Berikut Update Terbaru Korban Banjir Sumatera