INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Pemerintah Kota Depok berencana memperbaiki Jalan Limo Raya hingga kawasan Parung Bingung mulai pertengahan November 2026 dengan melakukan pengaspalan ulang menggunakan hotmix.

Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Depok Supian Suri saat menghadiri kegiatan di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Limo, Ressort Cinere, Minggu (25/10/2026).

Supian mengatakan, perbaikan jalan dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat yang melintasi ruas tersebut, termasuk jemaat HKBP Limo yang menggunakan akses jalan itu untuk beribadah.

Namun, ia mengingatkan bahwa pekerjaan perbaikan berpotensi menimbulkan gangguan lalu lintas selama proses pengerjaan berlangsung.

Supian menyampaikan permohonan maaf lebih awal kepada masyarakat, khususnya jemaat HKBP Limo, karena aktivitas perbaikan jalan kemungkinan bertepatan dengan meningkatnya kegiatan ibadah menjelang akhir tahun.

Menurut dia, pekerjaan tersebut diperlukan agar kondisi jalan menjadi lebih baik dan memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan.

“Kita akan berencana pertengahan November memperbaiki Jalan Limo Raya sampai ketemu Parung Bingung,” kata Supian.

Ia memastikan metode perbaikan yang direncanakan berupa pengaspalan menggunakan hotmix untuk menghasilkan permukaan jalan yang lebih mulus.

“Kita akan hotmix biar jalannya mulus, sehingga enggak ada alasan malas ke gereja gara-gara jalannya rusak,” ujarnya.

Meski demikian, Supian meminta masyarakat memahami kemungkinan munculnya kemacetan ketika pekerjaan berlangsung.

Ia berharap masyarakat tetap mendukung pelaksanaan perbaikan jalan meskipun untuk sementara waktu aktivitas perjalanan berpotensi terganggu.

“Untuk itu mohon dukungannya dan mohon maaf kalau besok jangan sampai gara-gara macet lagi perbaikan jalan, alasan enggak ke gereja karena jalannya macet,” ucapnya.

Selain menyampaikan rencana perbaikan infrastruktur, Supian menyoroti pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Depok.

Ia mengatakan, lebih dari dua juta penduduk Depok memiliki latar belakang suku dan keyakinan yang berbeda sehingga semangat kebersamaan perlu terus diperkuat.

BACA JUGA:  Momen Hangat Wali Kota Depok Supian Suri Bersama Pelajar SD di Balai Ikan Hias

Menurut Supian, keberadaan rumah ibadah juga memiliki peran dalam membentuk generasi penerus sekaligus menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis.

Ia turut mengapresiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang telah membantu menjembatani proses perizinan Gereja HKBP Limo.

Supian juga menyinggung perubahan posisi Depok dalam penilaian toleransi yang dilakukan Setara Institute.

Menurut dia, dua tahun sebelumnya Depok masih termasuk dalam sepuluh kota dengan tingkat toleransi terendah.

Namun, berdasarkan hasil survei tahun lalu yang disampaikannya, posisi Depok mengalami peningkatan sebanyak 17 peringkat.

Supian menilai perubahan tersebut tidak terlepas dari keterlibatan tokoh lintas agama, FKUB, dan masyarakat dalam menjaga kerukunan.

Ia berharap kerja sama tersebut terus dipertahankan agar kehidupan masyarakat Depok semakin harmonis dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.