INDORAYATODAY.COM, BEKASI – Pembangunan Flyover Bulak Kapal di Kota Bekasi diperkirakan membutuhkan anggaran Rp314 miliar, termasuk Rp126 miliar untuk pembebasan lahan yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

Dari total kebutuhan tersebut, sekitar Rp188 miliar dialokasikan untuk pembangunan fisik jalan layang sepanjang 500 meter.

Proyek yang berlokasi di Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, itu direncanakan mulai dikerjakan pada November 2026.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, penyelesaian pembebasan lahan menjadi salah satu tahapan yang harus dituntaskan sebelum pembangunan Flyover Bulak Kapal dimulai.

Dari 76 bidang tanah yang dibutuhkan untuk proyek tersebut, sebanyak 40 bidang telah dinyatakan bersih dan jelas atau clear and clean.

Sementara itu, pembayaran untuk 36 bidang tanah lainnya masih dalam proses penyelesaian.

Sebagian lahan yang belum tuntas merupakan aset Perum Jasa Tirta (PJT), Kementerian Sosial, serta fasilitas sosial dan fasilitas umum.

Pemkot Bekasi terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar penyelesaian lahan dapat berjalan seiring dengan persiapan pembangunan.

Anggaran sebesar Rp126 miliar yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah tersebut merupakan bagian dari keseluruhan kebutuhan proyek Flyover Bulak Kapal.

Selain pembebasan lahan, pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran konstruksi Flyover Bulak Kapal mencapai Rp188 miliar.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Roy Rizali, menyampaikan bahwa pekerjaan konstruksi direncanakan berlangsung selama 16 bulan.

Pembangunan dijadwalkan dimulai pada November 2026 dengan target penyelesaian pada triwulan pertama 2028.

Roy berharap seluruh persiapan, terutama pembebasan lahan dan penanganan utilitas, dapat segera diselesaikan untuk mendukung percepatan proyek.

“Mudah-mudahan kita bisa lakukan percepatan, lahan selesai, utilitas selesai, kita coba lakukan percepatan-percepatan,” ujar Roy.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai pembangunan Flyover Bulak Kapal diperlukan untuk mengatasi persoalan kemacetan dan keselamatan di pelintasan kereta api.

BACA JUGA:  Ini Daftar Jalan Nasional, Provinsi, dan Kota di Depok, Warga Harus Tahu!

Menurut AHY, perjalanan KRL yang melintas setiap lima menit menyebabkan kendaraan kerap tertahan di kawasan tersebut.

“Jadi ini adalah solusi untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa sekaligus untuk mengurai bottleneck atau kemacetan yang ada di Bulak Kapal ini, sehingga perlu dibangun flyover,” kata AHY saat meninjau lokasi, Jumat (30/10/2026).

Dengan kebutuhan anggaran pembangunan dan pembebasan lahan mencapai Rp314 miliar, penyelesaian 36 bidang tanah menjadi bagian penting dari persiapan proyek yang ditargetkan dimulai November 2026.