DEPOK, INDORAYATODAY.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menerapkan mekanisme khusus dalam penyaluran Beasiswa Maung 2026. Dana bantuan pendidikan tersebut tidak ditransfer ke rekening pribadi mahasiswa.
Sebaliknya, Pemkot Depok menyalurkan seluruh dana beasiswa langsung ke rekening perguruan tinggi masing-masing penerima.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok Utang Wardaya mengatakan, mekanisme tersebut diterapkan untuk memastikan bantuan benar-benar digunakan membiayai pendidikan mahasiswa.
“Dananya ditransfer melalui rekening perguruan tinggi. Kemarin terakhir hari Jumat kita transfer untuk tahap satu dan dua,” kata Utang.
Menurutnya, penyaluran dana dilakukan secara bertahap. Untuk tahap ketiga, transfer dijadwalkan berlangsung pada pekan ini.
Setelah menerima dana, perguruan tinggi wajib mempertanggungjawabkan penggunaannya melalui surat pertanggungjawaban (SPJ).
Perguruan tinggi juga membuat SPJ penerimaan sesuai jumlah bantuan yang diterima masing-masing mahasiswa.
Dengan mekanisme tersebut, Pemkot Depok ingin memastikan dana beasiswa tidak menyimpang dari peruntukannya.
“Kalau ke orangnya (penerima manfaat), bisa jadi enggak sampai ke perguruan tinggi uangnya. Makanya, kita langsung ke perguruan tinggi,” tegasnya.
Utang menjelaskan, Beasiswa Maung 2026 menyasar mahasiswa dari kelompok masyarakat rentan, terutama warga dalam kategori desil satu hingga lima.
Namun, penerima tidak semata-mata ditentukan berdasarkan data desil kesejahteraan.
Dinsos juga melakukan asesmen terhadap calon penerima berdasarkan kriteria kemiskinan Kota Depok.
Kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 31 Tahun 2022 tentang kriteria kemiskinan daerah.
“Jadi, tidak semua sesuai desil. Ada yang di luar desil, kita asesmen, ternyata memang sesuai kebutuhan,” jelas Utang.
Proses pendaftaran Beasiswa Maung sepenuhnya dilakukan secara daring. Pemkot Depok tidak menerima berkas pendaftaran secara langsung.
Calon penerima harus mengakses tautan pendaftaran, kemudian mengunggah dokumen sesuai persyaratan yang ditetapkan.
Selanjutnya, Dinsos melakukan pemeriksaan administrasi, mulai dari status kependudukan, kondisi ekonomi hingga kategori kerentanan.
Setelah lolos pemeriksaan awal, berkas calon penerima diteruskan kepada perguruan tinggi untuk menjalani verifikasi lanjutan.
Kampus akan memastikan mahasiswa benar-benar terdaftar, termasuk kesesuaian program studi dengan data pendaftaran.
Dari target 200 mahasiswa, sebanyak 199 orang akhirnya ditetapkan sebagai penerima Beasiswa Maung 2026.
Satu calon penerima mengundurkan diri karena memilih menggunakan program Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Utang menyebut, kuota berdasarkan kemampuan anggaran sebenarnya dapat mencapai 214 mahasiswa. Namun, penetapan tetap mengacu pada persyaratan dan kriteria penerima.
Beasiswa Maung merupakan program tahunan dengan target 200 penerima setiap tahun. Pemkot Depok menargetkan 1.000 mahasiswa selama lima tahun.
Bantuan tersebut mencakup pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga mahasiswa menyelesaikan pendidikan.
“Jadi, ini awal tahun 2026 adalah semester pertama kita bayarkan,” ungkap Utang.
Penyerahan SK Wali Kota Depok kepada perwakilan penerima Beasiswa Maung 2026 berlangsung di Lapangan Apel Balai Kota Depok, Senin (2/11/2026).
Pemkot Depok juga berencana melakukan sosialisasi lebih awal untuk pembukaan pendaftaran tahun berikutnya.
Pasalnya, pendataan masyarakat rentan membutuhkan proses dan ketelitian agar bantuan tepat sasaran.
Utang menegaskan, dukungan keluarga tetap diperlukan karena pembiayaan dari APBD difokuskan pada UKT, bukan seluruh kebutuhan hidup mahasiswa.

Tinggalkan Balasan