INDORAYATODAY.COM — Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis terkait percepatan pembangunan serta penyelesaian isu-isu krusial di Provinsi Aceh.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Sementara Gubernur Mualem didampingi Staf Khusus Gubernur Aceh, Teuku Irsyadi.

Mualem mengungkapkan bahwa pembahasan mencakup kepastian hukum beberapa isu sensitif dan penting bagi masyarakat Aceh, mulai dari otonomi daerah hingga aset tanah.

“Dalam pertemuan tersebut kami membahas sejumlah agenda penting Aceh, meliputi keberlanjutan Dana Otonomi Khusus (Otsus), penyelesaian dan kepastian hukum mengenai Bendera Aceh, serta penyelesaian status tanah wakaf Blang Padang,” ujar Mualem dalam keterangannya.

Bahas KEK Arun hingga Dana Abadi Eks Kombatan GAM

Selain isu otonomi dan kepastian hukum, pertemuan di Istana Negara juga menyoroti sektor ekonomi dan kesejahteraan eks kombatan. Beberapa poin penting yang turut ditindaklanjuti meliputi:

Perekonomian & Investasi: Tindak lanjut surat kepresidenan tahun 2017 terkait PT Patriot Nusantara Aceh (PATNA) selaku konsorsium pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, serta percepatan alih kelola Blok Rantau.

Kesejahteraan Sosial: Usulan pembentukan dana abadi (endowment fund) yang diperuntukkan bagi mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Mualem mengapresiasi sambutan hangat Kepala Negara dan mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo memberikan arahan positif atas poin-poin yang disampaikan.

“Alhamdulillah, Bapak Presiden menyambut baik dan memberikan respons positif terhadap berbagai usulan yang kami sampaikan. Harapannya ini menjadi titik terang bagi kemajuan pembangunan Aceh ke depan,” pungkas Mualem.

BACA JUGA:  Dasco Hubungi Presiden, Anggaran TKD Aceh 2026 Aman dari Pemangkasan