DEPOK, INDORAYA TODAY – Camat Sukmajaya, Christine Desima Arthauli atau akrab disapa Mpok Itin, menegaskan pentingnya memperkuat peran PKK sebagai motor penggerak berbagai program strategis pemerintah, mulai dari ketahanan pangan, pengendalian iklim, hingga percepatan penanganan stunting.

Hal itu ia sampaikan saat mendampingi Ketua TP-PKK Kota Depok, Siti Barkah Hasanah Supian Suri, dalam kegiatan Bina Wilayah di Kelurahan Cisalak, Jumat (14/11/2025).

Mpok Itin menekankan bahwa kontribusi PKK tidak bisa dipandang sebelah mata. Menurutnya, para kader bekerja tanpa gaji namun memiliki peran yang besar dalam mendorong keberhasilan program pemerintah di tingkat RW dan kelurahan. “PKK ini sangat esensial, perannya besar sekali dan harus terus kita dukung serta kita semangati,” tegasnya.

Salah satu program yang menjadi sorotan adalah Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang terintegrasi dengan Proklim, program pemerintah untuk menciptakan wilayah yang memiliki keseimbangan iklim.

Melalui kegiatan penghijauan seperti penanaman sayuran, budidaya lele, hingga pengelolaan sampah organik lewat maggot, wilayah Cisalak diharapkan dapat menjadi contoh penguatan ketahanan lingkungan berbasis masyarakat.

Terkait isu stunting, Mpok Itin menjelaskan bahwa Cisalak bukan wilayah dengan angka tertinggi. Namun, ia menegaskan agar tidak ada pihak yang lengah. “Memang bukan yang terparah, tapi bukan berarti kita bisa santai. Semua program sudah dibidik perangkat daerah, tinggal bagaimana warga ikut berperan supaya hasilnya maksimal,” ujarnya.

Ia mendorong setiap kelurahan di Sukmajaya untuk menghadirkan inovasi dan improvisasi yang berdampak nyata. Menurutnya, keberhasilan program bukan hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh partisipasi warga dalam menjalankan dan mengembangkan ide-ide baru yang bisa dicontoh wilayah lain.

Mpok Itin juga menyinggung rencana pemanfaatan dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) untuk mendukung distribusi makanan bergizi melalui Posyandu.

BACA JUGA:  Filosofi Kebersamaan di Balik Ngaduk Dodol, Lebaran Depok 2026 Siap Meriah

Ia menyebutkan adanya alokasi 500 porsi MBG untuk wilayah Sukmajaya, namun masih menunggu kepastian kerja sama formal sebelum didistribusikan. “Kita harus pastikan datanya valid dan tidak tumpang tindih dengan PMT untuk balita maupun ibu hamil,” katanya.

Untuk memastikan kelancaran implementasi, Mpok Itin berencana melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk SPPG dan tamu dari Kodim yang sedang menjadwalkan survei ke dapur MBG di wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa ketepatan sasaran menjadi faktor penting agar dua program tidak menyalurkan bantuan ke objek yang sama.

Dengan penguatan peran PKK, inovasi kelurahan, dan sinkronisasi data program pangan bergizi, Mpok Itin berharap Kecamatan Sukmajaya dapat menjadi model pengelolaan wilayah yang efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat.