INDORAYATODAY.COM — Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan alokasi anggaran tahun 2027 sebesar Rp240,2 triliun sanggup memenuhi target pemenuhan gizi nasional.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini ditargetkan menjangkau 72,4 juta penerima manfaat yang mencakup anak sekolah (PAUD–SMA) serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B).

Kepala BGN, Sudaryono, menjelaskan bahwa kepastian anggaran ini merujuk pada Surat Bersama Pagu Indikatif Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas tertanggal 7 Mei 2026.

“Anggaran tersebut terdiri atas program pemenuhan gizi nasional Rp232,8 triliun (96,95 persen) dan dukungan manajemen Rp7,32 triliun (3,05 persen),” ujar Sudaryono saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Rinciannya, alokasi untuk penyediaan dan penyaluran MBG bagi 60,5 juta anak sekolah disiapkan sebesar Rp198,9 triliun. Sementara itu, porsi untuk 11,8 juta sasaran kelompok 3B dianggarkan sebesar Rp33,5 triliun.

Guna menjaga kelancaran program berskala nasional ini, BGN juga berfokus pada pembenahan tata kelola dan akuntabilitas keuangan di tingkat tapak. Salah satunya melalui pelatihan intensif bagi para akuntan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Langkah ini diambil untuk memastikan setiap rupiah dari APBN yang dikelola di dapur-dapur MBG dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.

“Uang yang Anda kelola, masak, dan bagikan dalam bentuk makanan kepada penerima manfaat adalah uang rakyat, bersumber dari rakyat dan pertanggungjawabannya harus jelas,” tegas Sudaryono.

Ia juga mengingatkan bahwa sebagai salah satu pemegang alokasi APBN terbesar dari Kementerian Keuangan, BGN tidak menoleransi adanya kelalaian administrasi maupun tata kelola yang berpotensi merugikan negara.

 

BACA JUGA:  KPK Bawa 11 Orang ke Jakarta dalam OTT Bupati Pekalongan, Sekda Termasuk