INDORAYATODAY.COM – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meminta seluruh bank penyalur Kredit Program Perumahan (KPP/KUR Perumahan) memastikan proses pengajuan pembiayaan berjalan cepat, murah, mudah, serta bebas dari pungutan liar (pungli).
Hal tersebut disampaikan Maruarar menyusul realisasi penyaluran KPP yang telah mencapai Rp 26,78 triliun kepada 112.713 debitur hingga awal Oktober 2026, atau sebesar 69,62% dari target Rencana Teknis Perbankan (RTP).
Seiring tingginya penyerapan, plafon KPP tahun ini diusulkan naik dari Rp 36 triliun menjadi Rp 50 triliun.
“Kita harus mengecek langsung proses KUR Perumahan ini kepada nasabah. Harus dipastikan prosesnya cepat, murah, mudah, dan tidak ada pungli,” tegas pria yang akrab disapa Ara tersebut, Rabu (7/10/2026).
Ara menekankan, keberhasilan program pembiayaan perumahan masyarakat tidak boleh hanya diukur dari besarnya nominal dana yang tersalurkan, melainkan juga dari kemudahan aksesibilitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pelaku usaha sektor perumahan.
Saat ini, skema pembiayaan KPP didukung oleh 29 lembaga perbankan yang terdiri dari jaringan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Bank Pembangunan Daerah (BPD), hingga perbankan swasta nasional.

Tinggalkan Balasan