INDORAYATODAY.COM — Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menegaskan pentingnya membangun kerja sama strategis dalam penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang sains dan teknologi.

Langkah ini dinilai mendesak guna memperkuat ekosistem inovasi nasional yang masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara.

Hal tersebut disampaikan Supratman saat membuka Forum Bisnis Paten Indonesia 2026 di Jakarta, Selasa (3/11/2026). Ia mengungkapkan, proporsi lulusan perguruan tinggi Indonesia di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) saat ini baru mencapai sekitar 22%.

“Kita masih tertinggal dari Malaysia yang persentase alumni STEM-nya sudah mencapai 40% hingga 43%, serta Singapura yang menembus 36%. Oleh karena itu, ekosistem sains dan teknologi tidak hanya perlu diperkuat di sektor hulu, tetapi juga hingga ke hilir,” ujar Supratman.

Anggaran Rp 10 Triliun untuk Pembiayaan Riset dan Penemu

Guna mengatasi kesenjangan tersebut, Supratman menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 10 triliun pada 2026 untuk mendukung kegiatan berbasis kekayaan intelektual, riset, serta pembiayaan bagi para penemu (inventor).

“Ini untuk pertama kalinya dalam sejarah Republik Indonesia pemerintah memberikan dukungan pembiayaan sebesar ini bagi lembaga riset dan penemu yang membutuhkan pendanaan,” ungkapnya.

Sebanyak 35 kementerian dan lembaga akan berkolaborasi membangun ekosistem terpadu melalui pembagian fokus riset yang jelas:

Perguruan Tinggi: Berfokus pada riset dasar (basic research).

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN): Berfokus pada riset terapan (applied research).

Sektor Industri: Berfokus pada riset pengembangan (development research).

Rencana Induk Kekayaan Intelektual Dorong Proyek Strategis Nasional

Supratman menambahkan, pembagian peran tersebut saat ini dirumuskan ke dalam Rencana Induk Kekayaan Intelektual yang ditargetkan menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui Peraturan Presiden (Perpres).

BACA JUGA:  Menlu Sugiono Dorong Kemitraan Ekonomi ASEAN-Korsel Diperkuat demi Ketahanan Kawasan

Dengan masuknya Rencana Induk Kekayaan Intelektual ke dalam skema PSN, pemerintah optimistis integrasi laboratorium, fasilitas riset, hingga akses pembiayaan inovasi di Indonesia akan semakin mudah dan efisien.